Berburu Susu UHT di Jayapura
Berburu susu UHT mungkin terdengar lucu dan luar biasa. Tapi bagi kami hal ini telah menjadi hal yang biasa karena di tempat kami tinggal sangat susah mendapatkan susu UHT. Meskipun kami sekarang tinggal di Ibukota Provinsi, tetap saja ada barang-barang dan keperluan yang memang terbatas. Barang ataupun keperluan yang lain memang masih bisa disubstitusi dengan barang yang lainnya. Tapi bagi kami untuk susu UHT tidak ada barang substitusi. Meskipun banyak sekali dipasarkan susu formula dengan iklan yang mencoba menggoda kita dengan berbagai cara. Ya, sepertinya tidak usah saya jelaskan mengapa kami “keukeuh” memberikan susu UHT sebagai susu tambahan kepada putra kami karena kami yakin semua tahu keunggulan dan manfaatnya.
Seringkali untuk mendapatkan susu UHT kami harus berkeliling kota dan menginspeksi semua toko dan supermarket. Seringkali juga kami harus kecewa karena susu yang dicari habis. Sedangkan putra kami menghabiskan rata-rata 1 karton (24 kotak 250ml) per minggu nya. Jadi kami harus mempunyai persediaan susu minimal 4 karton dalam 1 bulan. Untuk menyiasatinya kami sekarang tidak punya waktu khusus untuk berburu susu UHT. Jadi setiap kali kami pergi jalan-jalan pasti kami sediakan waktu untuk mencari susu UHT. Kami akan memborong semua persediaan yang ada di toko atau supermarket.
Sebagai informasi, anak kami mengkonsumsi susu UHT merk ULTRA yang diproduksi di Bandung. Dan hal ini tentu saja membuat harganya sedikit lebih mahal mengingat biaya pengiriman yang harus dikeluarkan oleh distributor. Harga susu di satu toko dengan yang lainnya pun berbeda-beda. Untuk kemasan 200ml harga per kotak berkisar antara 2800-3000 rupiah. Sedangkan untuk per kartonnya (isi 24) harga berkisar antara 63000-72000 rupiah. Dan untuk kemasan 250ml, harga per kotaknya berkisar antara 3400-3900 rupiah dan berkisar antara 77000-90000 rupiah per kartonnya.
Tapi keadaan ini tidak membuat kami berkecil hati dan menyerah. Kami justru lebih semangat dengan keterbatasan yang ada. Semua demi buah hati kami yang alhamdulillah semakin pintar dan sehat…
Mengapa Anak Saya Berbeda?
Tadi sore,saya mendengar lagi keluhan tetangga saya tentang anaknya yang dirasa berbeda dari anak yang lain. Dia mengeluh lagi tentang betapa sulitnya berat badan si anak naik. Belum lagi keluhan-keluhan lain tentang tumbuh kembang si anak. Saya memang merasa prihatin mendengar keluhan tetangga saya tersebut. Tapi di sisi lain saya juga kasian melihat si anak yang terus-menerus dibanding-bandingkan dengan anak yang lain. Si anak sering kali dibandingkan secara frontal dengan anak yang lain. Tak jarang si anak dimarahi sambil membandingkannya dengan anak lain. Jujur, sebagai orangtua, kami seringkali membandingkan buah hati kami dengan anak lain. Tapi “perbandingan” tersebut cukup kami saja yang tahu. Kami jadikan sebagai bahan masukan untuk membesarkan dan mendidik si kecil. Cukup kami yang membuat catatan kekurangan dan kelebihan buah hati kami juga kelebihan dan kekurangan cara kami membesarkan dan mendidik si kecil.
Sepertinya belum semua orangtua menyadari bahwa setiap anak adalah unik. Anak-anak tidak diciptakan dari cetakan yang sama. Mereka membawa NATURE-nya masing-masing. Keadaan fisik, sifat, temperamen, intelegensi, emosi adalah hal-hal yang memang sudah mereka bawa dari sananya. Gen orangtua dipercaya sebagai pembentuk NATURE. Sedangkan NURTURE didapat oleh si anak dari lingkungan luarnya. Apa yang si ibu makan ketika hamil pun itu merupakan NURTURE bagi si anak. Belaian, ciuman, cara kita mengekspresikan kasih sayang kita, cara kita menangani temperamen si anak, cara kita mengoptimalkan intelegensi dan bakat si anak, cara kita menyikapi kelebihan dan kekurangan fisik anak, adalah NURTURE bagi si anak. Maka sangatlah salah kalau kita menyamakan anak kita dengan kertas putih yang siap ditulisi apa saja karena anak kita sudah membawa NATURE masing-masing yang berbeda dengan anak yang lain. Sangatlah penting bagi orangtua untuk memahami NATURE anak lalu setelah itu mencari metode atau cara yang terbaik untuk memberikan NURTURE yang tepat sesuai NATURE yang dimiliki si anak.
Nah, kaitannya dengan keluhan tetangga saya. Anak yang terlalu sering dibanding-bandingkan akan cenderung tidak percaya diri dan murung. Dia akan merasa tidak aman. Karena dia tahu dia tidak cukup baik bagi lingkungannya. Anak seperti ini akan cenderung menarik diri dari pergaulan bahkan dapat bersikap destruktif. Anak yang merasa tidak dimengerti akan membangun sikap antipati terhadap sekelilingnya. Kita pasti tidak ingin hal ini menimpa anak kita kan? Oleh karena itu, mari kita belajar untuk memahami NATURE anak kita dan memupuknya dengan NURTURE yang tepat.
Apa Sih Diare?
Diare adalah kondisi di mana frekuensi BAB meningkat dari biasanya, disertai dengan feses yang lebih cair. Ada tiga hal yang menyebabkan si kecil mengalami diare, yaitu faktor makanan, perjalanan yang melelahkan, dan akibat adanya infeksi saluran cerna.
Infeksi saluran cerna, umumnya disebabkan kuman pembawa penyakit, seperti bakteriEscherichia coli pada air yang kurang bersih. Bakteri ini masuk melalui makanan ke saluran pencernaan, dan berkembang biak dalam usus – terutama usus besar (kolon). Jika jumlahnya berlebihan, bakteri ini dapat menimbulkan sakit perut serta diare atau mencret.
Baca selebihnya »
Kiat Mengatasi Anak Susah Makan
Arya sekarang lagi susah makan. Sepertinya sih gara-gara masalah psikis dan sedikit masalah fisik. Arya sepertinya hilang nafsu makan karena kelamaan berlibur di Bandung. Jadwal harian termasuk jadwal makan dan menunya jadi berantakan. Ditambah lagi Arya dirawat sampai dua kali selama berlibur di Bandung. Mesti mulai dari awal lagi nih bikin Arya nafsu makan lagi.. Nah, pas lagi cari-cari tips and tricks supaya Arya mau makan lagi, eeehh ada ulasan bagus dari blog tetangga. Semoga berguna yaa..
Masalah makan si kecil memang membuat kita jadi serba salah. Bahkan, tak jarang jadi sering kehabisan akal. “Saya langsung over reactive waktu Siska susah makan. Saya takut dia kekurangan gizi,” ujar seorang ibu tentang anaknya, Siska. Akibatnya, Siska langsung “dijejali” dengan seabrek makanan. Apa yang terjadi? Siska malah semakin mengunci rapat-rapat mulutnya!
Fisik atau psikis?
Baca selebihnya »
Istri Sebagai Manajer Rumah Tangga
Manajer apakah yang jam kerjanya 24 jam sehari dan bekerja tanpa gaji? Mmhh, ada tidak ya? Sepertinya tidak mungkin ada orang yang mau bekerja 24 jam per hari tanpa digaji. Tetapi ternyata ada juga lho! Contohnya saya
Sebutan “istri” mungkin terdengar biasa saja. Tapi kalau kita ganti istilah “istri” menjadi Manajer Rumah Tangga pasti akan terdengar sangat berbeda. Dan akan terkesan sangat “keren”. Menurut saya sebutan itu sangatlah cocok bagi seorang istri dan juga ibu. Mengapa begitu? Seorang manajer jika dilihat dari asal katanya sendiri yaitu manage bertugas untuk mengatur sesuatu hal agar berjalan dengan semestinya. Baik itu sebagai motivator, organisator, bahkan eksekutor. Saya tidak menyertakan istri sebagai seorang konseptor karena menurut saya pribadi, yang berperan besar menjadi seorang konseptor adalah suami atau ayah. Hal ini tentu saja berlaku di dalam sebuah keluarga yang utuh.
Seorang istri menghabiskan hampir seluruh waktunya di rumah. Dimulai di pagi hari, di saat matahari belum terbit, aktivitas seorang istri dimulai. Atau justru dimulai pada saat malam hari, di saat dia membuat rancangan untuk aktifitas esok harinya. Seperti memikirkan menu masakan, bekal suami dan anaknya, perlengkapan yang harus dibawa suami dan anaknya, jadwal kegiatan anak-anaknya dan rencana-rencana lainnya. Seorang istri pun bertugas ganda. Tidak hanya sebagai istri yang berkewajiban melayani suami tetapi juga berperan sebagai ibu yang memberikan kasih sayang juga pendidikan intelektual, mental , emosional dan spiritual bagi anak-anaknya. Saya yakin anak yang hebat pasti mempunyai seorang ibu yang super hebat.
Menurut saya, seperti halnya manajer-manajer di perusahaan, seorang manajer rumah tangga juga membutuhkan pendidikan dan latihan agar mampu menjadi seorang manajer yang baik dan tidak hanya mengandalkan insting kewanitaan atau keibuannya saja. Setuju dong?! Nah, sepanjang pengetahuan saya sepertinya belum ada kursus atau pelatihan manajemen rumah tangga. Atau mungkin ada dan saya yang tidak tahu ya? Kalau ada saya pasti ikut dan suami pun saya yakin akan mendukungnya. Nah, salah satu jalan untuk menyiasati tidak adanya kursus manajemen rumah tangga tersebut, menurut saya kita dapat mengikuti kursus manajemen umum yang dapat diaplikasikan ke dalam keseharian kita sebagai manajer rumah tangga. Tapi sebelumnya yang menurut saya penting adalah kursus pengembangan kepribadian ataupun pelatihan ESQ yang dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan kita dari dalam. Karena menurut saya, untuk membentuk dan mendidik pribadi yang super (terpengaruh om mario teguh :p) kita harus menjadikan diri kita super terlebih dahulu. Karena rasanya aneh dan sia-sia jika kita mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan siapa kita. Apa kita nanti akan kesulitan menjawab kala anak kita bertanya “ lho, bunda ajarin kaka begini ko bunda malah begitu?”.
Nah, untuk para manajer rumah tangga yang alhamdulillah tinggal di kota besar mungkin mencari kursus atau pelatihan yang saya sebutkan di atas tidaklah sulit. Tapi bagi saya, yang walaupun tinggal di ibukota propinsi tetapi tetap saja sangat sulit bagi saya mendapatkan pelatihan atau kursus yang saya butuhkan. Maklum, saya tinggal di pulau paling ujung
. Nah, untuk menyiasatinya saya berniat mencari dan “melahap” buku-buku manajemen umum yang dapat diplikasikan dalam keseharian saya sebagai manajer rumah tangga. Dan jika suatu saat ada pelatihan atau kursus pengembangan diri atau ESQ di kota saya, saya insyaallah akan mengikutinya (dengan seijin suami tercinta tentunya :*) Kenapa tidak toh?
-
Arsip
- Februari 2010 (1)
- November 2009 (1)
- Oktober 2009 (2)
- Juli 2009 (2)
- Juni 2009 (2)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (8)
- Februari 2009 (1)
- November 2008 (1)
- September 2008 (3)
- April 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS