Sedikit selintingan pemikiran. Sosok Nabi Muhammad adalah sosok yang tidak tergantikan, seorang yang padanya terdapat suri tauladan yang baik. Tidak ada cacat dalam diri beliau. Anggapan bahwa Rasul pernah berdosa ataupun melakukan tindakan yang negatif, berarti Allah salah memilik Rasul. Quran telah berkata bahwa Muhammad adalah seorang yang berbudi pekerti sangat agung.
Adapun teguran Quran tentang bermuka masam itu sebetulnya untuk seorang pembesar suku Quraish. Quran menyebutkan yang bermuka masam itu dengan kata ganti “dia”. Kata-kata Muhammad itu hanya ada dalam kurung oleh Depag dan penganut ajaran penghina Nabi. Siapakah yang layak kita pilih sebagai orang yang berbudi pekerti baik? Tentu saja kita mempertahankan Nabi Muhammad daripada pembesar Quraish.
Apakah kita layak mengikuti seorang yang bermuka masam? Tentu tidak.
[dari berbagai sumber]
Posted by dyna on 23 November 2009 at 4:40
Assalaamualaikum …
Siapa yang menyatakan bermuka masam untuk Umar bin Khatab? Menafsirkan kalamullah diperlukan ilmu tafsir yang dalam. Dan tidak boleh percaya pada sumber tulisan-tulisan emosional. Berbicara agama adalah berbicara dengan Allah Ta’ala, oleh karena itu jangan gegabah.