Membesarkan Anak Laki-laki

For all mommies out there, saya dapat tips bagus nih dari situs ini. Isinya tentang bagaimana membesarkan anak laki-laki. Well, kita tau kalau ada a big difference antara boys and girls yang menuntut kita menggunakan cara berbeda dalam membesarkannya. Anak laki-laki cenderung mempunyai temperamen juga kecepatan berbeda dalam mempelajari sesuatu. Ko bisa gitu? Menurut para ahli hal ini disebabkan oleh perbedaan yang dimiliki oleh otak anak perempuan dan anak laki-laki juga hormon yang dimiliki oleh keduanya. Tentu kita telah mengenal hormon testosteron yang mendominasi laki-laki dan hormon estrogen yang mendominasi perempuan. Kedua hal tersebut di atas mempengaruhi masing-masing perkembangannya.

Menurut Steve Biddulph, terapis keluarga dan penulis buku Raising Boys, membesarkan anak laki-laki yang tentu saja didominasi oleh hormon testosteron haruslah lebih praktis untuk menjadikan anak kita lebih pintar, perhatian dan percaya diri. Beliau memaparkan masalah yang biasanya dihadapi dalam membesarkan anak laki-laki dan cara penyelesaiannya.

Perkembangan otak yang lebih lambat.

Dikarenakan oleh perkembangan otaknya yang lambat, perkembangan motorik anak laki-laki cenderung lebih lambat. Pada saat balita, anak laki-laki akan lebih sulit dalam menggunakan jari jemarinya sehingga mereka akan kesulitan saat memegang gunting atau pensil. Hal ini juga dapat mempengaruhi kemampuannya di sekolah nanti. Bidulph menyarankan agar menunda satu tahun sebelum memasukkan anak laki-laki ke sekolah. Hal ini dimaksudkan agar anak laki-laki dapat mengejar ketinggalannya sebelum memasuki masa sekolah.

Hiperaktif

Anak laki-laki mempunyai energi yang luar biasa. Karena itu orangtua disarankan untuk memberikan kesempatan pada anak laki-laki mereka untuk bisa menyalurkan energi yang hebat tersebut. Agar energi mereka dapat tersalurkan secara positif dan tepat. Orangtua dapat mendorong anak laki-laki mereka untuk bergabung dengan klub olahraga, misalnya. Olahraga dapat membantu membentuk karakter mereka, kemampuan leadership juga membiasakan mereka menjadi bagian dalam tim. Dan tentu saja mereka akan menjadi lebih sehat!

Ketakutan ditinggalkan

Dalam hal ini yaitu ketakutan ditinggalkan atau separation anxiety, orangtua cenderung salah dalam mengatasinya. Kenapa? Sudah menjadi pandangan umum bahwa anak laki-laki harus lebih kuat dari anak perempuan. Padahal anak laki-laki cenderung lebih sulit dalam mengatasi ketakutan mereka untuk ditinggalkan oleh orangtua mereka.Oleh karena itu, sebaiknya orangtua tidak meninggalkan anak laki-laki mereka di bawah pengasuhan orang lain sebelum mereka mencapai usia tiga tahun. Orangtua juga harus memberikan kasih sayang dan perhatian yang sama seperti yang mereka berikan pada anak perempuan.

Bertindak tanpa berfikir dahulu

Bertindak tanpa memikirkan akibatnya tampaknya telah menjadi “mantra” anak laki-laki. Akibatnya, anak laki-laki cenderung lebih banyak mendapatkan “masalah”. Mereka bisa dengan mudah terlibat perkelahian. Cara yang terbaik dalam mengatasi hal ini adalah mengajak mereka bicara dengan nada bicara yang tenang tentang cara yang lebih baik dalam mengatasi masalah.

Tubuh yang lebih kuat

Seirimng pertumbuhannya, anak laki-laki akan mempunyai tubuh yang lebih kuat. Seringkali mereka tidak sadar dengan kekuatan yang dimilikinya sehingga tidak sengaja mencengkram atau mendorong teman sepermainannya dengan sangat keras. Untuk itu sebaiknya orangtua memberi pengertian pada anak laki-laki mereka agar tidak selalu menggunakan “kekuatan” mereka, apalagi secara sengaja.

Pendidikan sex dan agresivitas

Kedua hal di atas mungkin menjadi hal yang dihindari oleh orangtua karena masih merasa tabu untuk mengajarkan pada anak-anak mereka. Namun, kedua hal di atas sangatlah penting apalagi ketika anak memasuki usia pubertas. Jelaskanlah pada mereka bedanya menyukai, mencintai dan menyukai secara bernafsu. Ajari mereka untuk lebih menghormati perempuan. Hindari sikap panik dan “menyerang” mereka ketika mereka katahuan memiliki atau menonton hal yang bebau pornografi. Sebaiknya ajak mereka berbicara mengenai hal erotis atau intim yang bersinggungan dengan kesehatan juga kaitannya dengan hubungan yang berarti antara pria dan wanita.

Yang dapat dilakukan oleh ayah dan bunda

Seorang ibu adalah figur yang tepat bagi anak laki-laki, untuk mengajari mereka tentang perempuan dan yang perempuan inginkan dari seorang pria. Yaitu kebaikan, sense of humour dan loving attitude. Sosok ibu juga harus mendorong anak laki-lakinya agar lebih dekat dengan ayahnya.

Ayah juga mempunyai peran penting dalam tumbuh kembang anak laki-laki. Anak laki-laki cenderung meniru ayahnya. Karena itu ayah harus bisa menjadi role model yang baik untuk anak laki-lakinya. Seorang ayah yang mempunyai hubungan harmonis dengan si ibu, akan membuat si anak laki-laki ingin memiliki hubungan yang sama yang dimiliki oleh kedua orangtuanya. Bersikap bijaklah dalam menetapkan aturan bagi anak laki-laki anda. Hindari menerapkan hukuman fisik seperti memukul pada anak laki-laki anda meskipun mereka telah melakukan kesalahan yang dapat dibilang fatal.

Orangtua yang telah memahami perilaku dan karakter anak laki-laki mereka, akan mengajari anak laki-laki untuk lebih optimis dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Dan kelak anak laki-laki anda akan menjadi pria yang percaya diri, seimbang dan tentu saja bahagia. Worth the hardworks kan?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s