Otak si Kecil yang Ajaib

DSC00297Saya memang lagi rajin browsing and baca-baca buku tentang membesarkan anak. Sepertinya tiada hari tanpa nyalain laptop wat ngumpulin Knowledge Management keluarga kami. Maklum, saya baru sembilan bulan ini menjadi seorang ibu dari putra pertama kami yang kami beri nama Arya. Arya lahir bulan Juli 2008 di Jayapura dengan berat 3.350 gram dan panjang 51 cm. Meski harus dengan jalan sectio atau operasi, kelahiran Arya alhamdulillah lancar. Suami saya juga bisa menemani saya di dalam ruangan operasi sampai prosesnya selesai. Beliau bersikukuh ingin berada di samping saya dan mengabadikan kelahiran putra pertama kami dengan handycam-nya.

Sejak hari kelahirannya, banyak hal yang membuat kami sebagai orangtua merasa sangat bangga juga terharu. Kami diberi kesempatan untuk dapat melihat perkembangan pertumbuhan Arya dari hari ke hari. Selalu ada kemajuan yang Arya capai sebagai individu dan makhluk yang terus menerus belajar untuk menjadi manusia yang utuh secara fisik, mental, emosional, spiritual juga intelektual. Selain bertambahnya berat dan tinggi badannya, ada perkembangan yang subhanallah menjadi penentu siapa dirinya kelak. Yup, his brain development! This development covers the other development. Saya, sebagai seorang ibu sometimes wondering ada apa sih di dalam otaknya. Ko perkembangan dari hari ke harinya benar-benar pesat and cepat sekali. Lalu bagaimana cara merangsang aktifitas otaknya. Nah, saya pun jadi rajin cari-cari artikel yang berkaitan dengan hal ini. Bagi yang sama penasarannya dengan saya tentang what’s going on inside our baby’s brain, saya akan coba membagi hasil bacaan saya yang saya peroleh dari berbagai sumber dengan anda semua…🙂

Perkembangan Otak Bayi

Pembentukan otak bayi dimulai pada minggu-minggu pertama pembuahan. Ketika sel fetal hendak membentuk otak, sel tersebut menggandakan dirinya menjadi sebanyak 25 ribu sel per menit. Menakjubkan bukan! Saraf-saraf otak mulai melakukan perjalanan untuk menempati posisinya masing-masing. Otak berkembang dengan cepat. Ketika bayi lahir, berat otaknya kurang lebih 340 gram. Namun ketika umurnya sudah mencapai 1 tahun, beratnya akan bertambah lebih dari 2 kali lipat  menjadi 1.100 gram. Pada umur 5 tahun, berat otak anak telah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa yaitu kira-kira 1.450 gram. Seiring dengan pertumbuhan otak anak, kemampuan anak untuk mempelajari hal baru akan semakin bertambah pula. Memori semakin berfungsi, kemampuan berbahasa semakin berkembang dan kemampuan berfikir akan semakin terasah.

Pertumbuhan otak pada bulan-bulan pertama kehamilan sangatlah penting karena pada masa ini, bagian otak yang “mengurusi” hal auditory atau suara mulai terbentuk. Pada saat ini, otak belajar mengenali dan mengartikan suara-suara yang didengar oleh si jabang bayi pada saat kehamilan. Otak manusia dapat mengingat musik (manusia biasa dipercaya dapat mengingat kira-kira 1.000 lagu), memproses musik, mengenali musik atau lagu dan mengaitkannya dengan kejadian dalam kehidupannya.

Merangsang Pertumbuhan Otak Anak dengan Stimulasi Suara

Indera pendengaran anak akan turut berkembang ketika otak distimulasi oleh suara pada saat kehamilan. Tugas telinga kita adalah merasakan getaran di udara untuk diteruskan ke bagian otak. Bagian otak tersebut memproses suara tersebut dan memaknai atau memberi arti dari suara tersebut. Inilah yang disebut dengan proses mendengar.

Indera pendengaran tidak secara otomatis berfungsi pada saat telingan kita terbantuk. Indera pendengaran hanya akan berkembanng dan berfungsi jika otak terstimulus oleh suara-suara. Setiap kali otak mendapatkan stimulasi suara maka otak akan membuat ribuan hubungan baru antar sel di otak yang disebut synapse. Pertumbuhan synapse itulah yang akan memungkinkan bayi untuk mengartikan suara, terutama suara yang rumit dan detail. Ketika telinga tidak menjalankan tugasnya dengan baik, maka otak tidak dapat membuat synapse baru. Ketika otak dapat mengenali suatu suara, otak akan dapat mulai untuk memaknai suara yang terdengar.

Oleh karena itu, sebagai orangtua kita harus sering mengajak berbicara, bernyanyi bahkan tertawa bersama bayi atau anak kita. Ciptakan atau isilah ruangan bermain anak dengan suara-suara dan berikan stimulus verbal sebanyak mungkin. Rangsang kemampuan berhitung anak dengan permainan. Sungguh menakjubkan bahwa seorang bayi sebenarnya dapat berhitung, mengingat kejadian-kejadian dan menyelesaikan masalah jauh sebelum mereka dapat berbicara.

Seperti kalimat bijak mengatakan bahwa anak kita seperti kertas putih. Tugas kitalah sebagai orang tua untuk memberikan yang terbaik untuk anak kita termasuk memberikan stimulus-stimulus bagi perkembangannya. Yang pada akhirnya akan berpengaruh pada masa depannya kelak.

Semoga berguna yaa…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s