Air Susu Ibu Sebagai Nutrisi Jiwa

Sejak awal tahun ini saya menjadi seorang full time mommy. Saya telah mengambil keputusan yang tepat untuk keluar dari pekerjaan dan sepenuhnya membesarkan anak saya, Arya. Salah satu keuntungan yang saya dan Arya dapatkan sekarang adalah akses ASI tanpa batas. Ketika saya masih bekerja, saya terpaksa memberikan tambahan susu formula pada Arya. Meskipun saya tetap memompa ASI saya di kantor dengan breast pump, tetap saja selalu ada alasan untuk lupa atau tidak ada waktu untuk memompa ASI. Hal ini menyebabkan produksi ASI saya semakin hari semakin menurun. Sempat sedih dan stress gara-gara hal ini. Dan yang tambah sedihnya lagi, kesedihan dan stress saya semakin membuat produksi ASI saya semakin berkurang.

Nah, alhamdulillah sebelum Arya genap 6 bulan, saya sudah bisa di rumah dan sepenuhnya ada untuk Arya. Sejak hari pertama saya kembali di rumah, saya langsung memberikan ASI tanpa tambahan susu formula. Dan perlahan lahan Arya lepas dari dot dan terbebas dari susu formula. Senangnya hati saya…

Ada yang saya sesalkan yaitu tidak bisa memberikan Arya ASI secara ekslusif selama 6 bulan. Tapi bagi saya tidak ada kata terlambat. Sekarang saya dan Arya jadi satu paket. Kemana saya pergi, Arya pasti dibawa. Tidak ada lagi susu formula. Kenapa saya sangat keukeuh ingin memberikan ASI secara eksklusif pada Arya? Karena ASI itu sangat ajaib. Tidak hanya sekedar membuat si kecil kenyang atau tercukupi nutrisinya tetapi juga memenuhi kebutuhan emosionalnya. Menyusui berarti juga memberikan nutrisi jiwa baginya. Waw, can you imagine that? Setiap kali menyusui Arya dan Arya tertidur di dekapan saya rasanya tidak ada lagi yang saya inginkan di dunia ini. Seakan-akan dunia di sekeliling saya berhenti berputar. Hanya ada saya dan buah hati saya…😉

ASI selalu ada setiap saat untuk bayi anda. Anda tidak perlu repot menyiapkan botol susu, mencucinya, mensterilkannya juga mempersiapkan air panas. Produksi ASI juga tergantung pada seberapa banyak bayi kita membutuhkannya. Semakin sering disusukan maka semakin banyaklah produksi ASI kita. Dan berlaku juga sebaliknya karena produksi ASI menganut paham suplai and demand. Percayalah, breastfeeding atau menyusui ASI akan membuat tenang buah hati kita yang sedang rewel karena alasan apapun. ASI juga menumbuhkan kedekatan emosional antara ibu dan bayinya. ASI membuat si bayi mengenali siapa ibunya. Terasa oleh saya bahwa semakin hari Arya semakin dekat dan tergantung pada saya. Dan ketergantungan ini bukanlah hal yang jelek karena semakin Arya dekat dengan saya, dia akan semakin mudah menyerap setiap hal yang saya ajarkan padanya. Dia lebih mau mendengarkan saya.

Yang terpenting, sebagai makanan jiwa ASI memberikan perasaan tenang dan nyaman bagi bayi. Dia merasa bahwa dia dicintai dan menjadi center of the universe bagi orangtuanya. Kelak, dia akan menjadi individu yang matang secara emosional karena sedari bayi telah merasakan surroundings yang nyaman dan juga bebas stress. Karena itu, jangan ragu berikan haknya selama 2 tahun seperti yang diajarkan oleh agama kita… Subhanallah

3 responses to “Air Susu Ibu Sebagai Nutrisi Jiwa

  1. Wih… memang ibu ini perhatian sekali sampai sejauh itu. Memang ya, ASI itu minuman dan makanan sapujagat… Pahalanya besar pula.

    Karena ASI sudah dirancang untuk bayi, berarti memang itu hak bayi. Kalo ASI ngga dikasih dengan alasan yang ngga bisa diterima, berarti zhalim juga namanya.

    Saya setuju ASI itu ngga sekedar makanan dan minuman untuk raga, tapi juga untuk jiwa.

    Keep spirit for breastfeeding!

  2. teh Yopi keren. ASI aseli nutrisi jiwa untuk anak kita. Wiiii…engga sabar ingin segera hamil🙂

  3. eeehhh ada neng iin.. makasih ya dah mampir di blognya teteh.. insyaallah iin bakal jadi ibu yang hebat.. amin..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s