Jika Buah Hati Kita Demam

Sudah dua hari ini Arya demam. Semalam, panas Arya bahkan hampir 40C. Tadinya kita berusaha untuk tidak panik dengan memberinya Tempra khusus bayi di bawah setaun karena panasnya sudah lebih dari 38,5C. Tapi kok panasnya ga turun-turun and malah terus naik. Akhirnya kita bawa Arya ke Dokter Spesialis Anak yang biasa nanganin Arya sejak dia lahir. DSA nya bilang sih Arya kena radang tenggorokan karena itu Arya ga pilek atau batuk. DSA nya lalu ngasih resep obat antibiotik wat radangnya, puyer pencegah kejang, vitamin wat nafsu makannya karena sejak sakit Arya susah sekali makannya. Sebenernya rada sangsi juga ama diagnosanya. Karena kok gampang banget dibilang radang. Ujung-ujungnya kalo dibilang radang ya pasti dikasih resep antibiotik. Dan memang kebuktian. Arya dikasih obat antibiotik. Karena kita kalut ma panas Arya yang ga mau turun, yaaa terpaksa kita percaya ma diagnosanya dan terpaksa memberikan antibiotik yang diresepin ma DSA nya. Eeeehh, kok panas Arya ga turun-turun. Malahan kalo malam panasnya bisa nyampe 40C. Panik lagi deehhh… Nah, tadi pagi kita inisiatif wat bawa Arya ke rumah sakit. Kita mau cek darah Arya sapa tau (amittt amittt…) Arya kena malaria karena Jayapura termasuk daerah epedemi malaria. Ternyata alhamdulillah Arya ga kena malaria. Tapi yang bikin uenegh and sebel adalah ternyata dari hasil pemeriksaan darahnya juga ketahuan kalo Arya ga kena radang juga. Beteeee banget deh jadinya!!!! Kita kecolongan ngasih Arya antibiotik yang GA PERLU!!! So, buat smart mommies and para ayah tolong cek dan ricek lagi kalo bawa anak ato bayinya ke dokter meskipun dokternya itu emang spesialis anak. Wong, dokter juga manusia toh?! Jadi tugas kita wat melindungi anak kita dari salah diagnosa yang ujungnya bakal gawat. Antibiotik kalo penggunaannya ga tepat bisa ngerusak organ dalam terutama hati dan ginjal lho! Ngeri kan?

Nah, saya mau sharing sedikit tentang demam yang saya dapat dari majalah kesehatan, hasil browsing and sharing supaya ga salah penanganan kalo anak kita demam.

Apa sih demam itu?

Demam adalah kondisi dimana suhu tubuh meningkat di atas normal atau di atas 38,5C sebagai gejala alami saat antibodi tubuh melawan penyakit. Pada anak-anak suhu tubuh normal berkisar antara 36-37,5C dan pada sebagian anak-anak suhu tubuh biasanya naik saat tidur. Suhu tubuh normal juga sebetulnya bervariasi tergantung pada waktu pengukuran (pagi, siang atau malam), tempat pengukuran (rongga mulut, ketiak atau dubur), usia serta tingkat metabolisme tubuh (sebelum atau sesudah makan, sebelum atau sesudah melakukan aktivitas fisik).

Suhu tubuh paling rendah adalah pada saat pagi hari antara jam 5 – jam 6. Dan yang paling tinggi adalah saat sore hingga malam hari. Perbedaan antara suhu terendah dan tertinggi bervariasi antara 0,3C – 1,5C. Semula perbedaan itu hanya disebabkan oleh perbedaan cuaca ternyata dipengaruhi juga oleh irama diurnal (saat tidur dan bangun) yang berkembang sejak usia 1 – 2 tahun dan akan berlangsung terus seumur hidup.

Anak yang berusia kurang dari 12 tahun mempunyai suhu tubuh lebih tinggi pada malam hari, sekitar 37,4C. Jadi jangan terlalu kuatir ya kalo suhunya belum mencapai 38,5C.

Kok si kecil bisa demam?

Demam atau peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh adanya zat pencetus panas yang disebut pirogen. Pirogen terpicu untuk menggandakan diri oleh berbagai macam hal diantaranya infeksi, radang, alergi, dll. Jadi sebetulnya pirogen membantu imun tubuh kita untuk melawan bakteri atau virus yang masuk ke tubuh kita. Tubuh kita mempunyai mekanisme yang sangat pintar saat merasakan ada kehadiran “musuh” yang dapat mengganggu. Demam sengaja dibuat oleh tubuh untuk menyingkirkan serangan “musuh”. Jadi demam bukanlah penyakit tapi justru cara mekanisme tubuh dalam menghadapi “musuh”. Otak memerintahkan sistem imun untuk menyerang “musuh”. Sel darah putih adalah komando dari operasi ini. Dalam operasinya, sel darah putih memerlukan bantuan pirogen yang mempunyai dua misi penting yaitu: mengarahkan sel darah putih atau lekosit ke lokasi infeksi dan juga menimbulkan demam/panas yang akan membunuh “musuh” karena virus tidak tahan suhu tinggi.

Kapan si kecil harus diberi obat penurun panas?

Van den Meer, seorang ahli imunologi dan infeksi dari Belanda mengungkapkan bahwa suhu yang agak panas justru dibutuhkan untuk pertumbuhan dan sebagai salah satu mekanisme untuk mempertahankan tubuh dari serangan infeksi atau masuknya benda asing ke dalam tubuh. Karena itu, pemakaian obat penurun panas terlalu dini justru menghambat tubuh dalam melaksanakan fungsi pertahanan tubuh secara alamiah. Tumbuh kembang anak lebih pesat daripada orang dewasa sehingga secara otomatis menghasilkan panas lebih banyak pula.

Jika anak yang demam masih terlihat ceria, masih bisa berjalan, makan, minum, dan bahkan bermain, maka tidak usah kuatir. Cukup beri air minum yang banyak atau susui sesering mungkin. Tapi jika si anak atau bayi kita rewel dan panasnya di atas 38,5C maka kita bisa memberikan obat penurun panas. Selain memberikan obat penurun panas, kita juga dapat mengompres si kecil dengan air yang hangat. Mengompres dengan air hangat dipercaya dapat menurunkan panas tubuh hingga 1C. Selain cara biasa, mengompres anak pun bisa merendamnya di dalam air bersuhu 30-32C. Dan jangan lupa untuk tidak memakaikan baju yang terlalu tebal karena ditakutkan akan mengakibatkan kejang.

Kapan si kecil harus dibawa ke dokter?

Berikut adalah panduan yang dibuat oleh American Academy of Pediatrics untuk mengetahui kapan si kecil harus dibawa ke dokter.

– Bayi usia❤ bulan dengan suhu tubuh 38C

– Bayi usia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh 38,3C

– Bayi usia >6 bulan dengan suhu tubuh 40C

Selain kondisi di atas, terdapat beberapa kondisi lainnya dimana kita harus segera membawa anak kita ke dokter. Yaitu jika panasnya disertai mulut kering atau dehidrasi, terus menerus menangis, tidur terus dan tidak bisa dibangunkan, telinga mengeluarkan cairan, tidak lapar, sakit kepala, muntah-muntah serta diare, kejang dan sesak nafas.

Bagaimana cara merawat si kecil yang sedang demam?

Ada beberapa cara untuk merawat si kecil yang sedang demam, yaitu:

– Jaga kondisi dan suhu ruangan. Usahakan agar suhu ruangan tetap sejuk. Jangan terlalu dingin dan jangan pula terlalu panas.

– Usahakan terus memberikan cairan seperti ASI, air minum, jus buah atau minuman yang mengandung elektrolit untuk menghindari dehidrasi.

– Pakaikan pakaian yang menyerap keringat dan tidak tebal. Jangan selimuti si kecil kecuali si kecil kedinginan atau menggigil.

– Jangan paksa anak atau bayi kita untuk makan. Biarkan dia makan makanan yang dia mau. Usahakan berikan makanan yang mudah dicerna.

– Kompres dengan air hangat atau biarkan si anak berendam di air yang bersuhu 30 – 32C.

Oya, ada hal yang lebih penting dari hal-hal yang saya paparkan di atas. Be there for your child!! Biarkan si kecil merasakan hangatnya cinta kasih kita. Insyaallah mereka akan sembuh lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s