Anak Laki-laki yang Kuat secara Emosional

DSC00660 Bagaimana cara kita membantu anak laki-laki kita dalam memahami perasaan mereka tanpa mereka takut untuk mengungkapkannya? Bagaimana cara kita membantu mereka untuk menjadi sosok maskulin namun tetap mempunyai kematangan emosi? Bagaimana pula cara kia membantu mereka dalam menjalani proses pembelajaran menjadi seorang laki-laki yang kuat? Ternyata buku yang berjudul Raising Cain karangan Micheal Tompson, Ph. D dan Dan Kindlon Ph. D dapat memberikan panduan atau tips-tips dalam memupuk juga melindungi emosi anak laki-laki, menghargai dan mengerti minat juga keinginan mereka, serta membantu mereka tumbuh menjadi sosok penyayang, pintar dan juga sukses.

Strategi atau tips di bawah ini dapat anda jadikan referensi yang insyaallah berguna.

Beri mereka ruang untuk kehidupan pribadi. Kita sebagai orangtua dituntut untuk memberikan kesempatan pada mereka dalam mengeksplorasi segala bentuk emosi dan memahami bentuk emosi tersebut. Hal ini dimaksudkan agar mereka lebih mengerti diri mereka sendiri dan dapat mengkomunikasikan emosinya secara lebih efektif dengan orang lain. Seringlah berbicara hati ke hati dengan anak anda. Sering tanyakan apa yang dia rasakan dan jangan segan pula untuk menyampaikan apa yang anda sendiri rasakan. Biarkan anak kita mengenali berbagai bentuk emosi tersebut. Lambat laun hal ini akan menumbuhkan kesadaran mengenai dirinya terutama kehidupan pribadinya (inner life).

Mengenali dan mengerti aktifitas mereka yang tinggi. Anak laki-laki memang dilahirkan dengan energi lebih sehingga mereka perlu diberikan ruang yang besar dan aman juga kesempatan untuk mengekspresikannya. Anak laki-laki juga sangat sensitif terhadap para orangtua ataupun orang dewasa yang tidak menerima “keaktifan” mereka. Mereka akan cenderung menganggap penolakan itu sebagai sebuah tantangan. Semakin mereka dilarang, semakin mereka akan menjengkelkan kita. Maka sebaiknya ciptakan kondisi dimana mereka bisa berekspresi secara aman. Mereka harus diajari untuk mengeluarkan energi yang besar itu tanpa menyakiti orang lain atau diri mereka sendiri. Atau jelasnya, jangan terlalu mengekang mereka.

Gunakan bahasa mereka. Ketika berkomunikasi dengan mereka, gunakan bahasa anak laki-laki. Maksudnya, gunakan kata-kata atau kalimat yang menghormati harga diri dan kelelakian mereka. Gunakan kalimat yang jelas. Jadikan mereka konsultan atau pemecah masalah. Kenapa begitu? Karena seringkali anak laki-laki dididik untuk “jantan” dengan menghindari perasaan yang berlebihan atau hal yang akan membuat mereka rapuh. Hal ini tentu saja salah. Oleh karena itu dalam berkomunikasi dengan mereka, kita diharuskan untuk menghormati keinginan mereka untuk dihargai sebagai seorang laki-laki.

Anak laki-laki memang dilahirkan dengan penampakan fisik yang kuat juga energi yang sangat besar. Namun, anak laki-laki juga merupakan makhluk yang sensitif dan lebih rapuh. Oleh karena itu, jangan abaikan sisi “lemah” tersebut. Ajari mereka untuk menerima “kelemahan” mereka dan mengoptimalkan kelebihan yang mereka punya.

Semoga berguna🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s