Mendisiplinkan Si Kecil

DSC00584

Disiplin sangatlah penting. Mengapa begitu? Alasan utamanya pasti untuk kebaikan si kecil, terutama bagi kehidupannya kelak. Sejak kecil, mereka harus diajari batasan-batasan tentang hal-hal yang boleh atau yang tidak boleh. Seperti halnya kita sebagai orang dewasa, kita tentu akan lebih merasa nyaman jika kita mengetahui hal-hal yang diperbolehkan dan juga yang tidak diperbolehkan. Kita tentu tidak akan merasa nyaman berada di lingkungan dimana kita tidak tahu batasan-batasan mana yang boleh dan juga tidak boleh.

Disiplin mengajarkan anak kita cara berperilaku di rumah juga cara yang pantas untuk bergaul di masyarakat agar bisa diterima. Jika orangtua sampai gagal mengajarkan disiplin pada anak, maka anak akan cenderung sedikit bersikap anarkis atau tidak diterima diantara teman-temannya. Kasian kan? Jadi kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan disiplin? Sejak si kecil lahir! Mengapa? Karena kunci awal disiplin, terlebih bagi saya, adalah KONSISTENSI. Konsistensi yang dimulai di hari kelahiran si kecil.

Si kecil adalah “mesin” pembelajar yang hebat. Sejak dia lahir, dia dapat mengenali pola atau kebiasaan-kebiasaan di sekitarnya. Sebagai contoh, dia akan tahu jika dia lapar lalu menangis, bunda pasti akan segera memberinya ASI. Atau ketika dia tersenyum, dia akan tahu bahwa bunda akan menciumnya atau membalas senyumannya. Nah, pola-pola seperti inilah yang harus dikembangkan. Terasa dan terbukti oleh saya sendiri lho! Cara yang gampang adalah membuat jadwal kegiatan si kecil dan cobalah untuk menepati jadwal tersebut. Dengan begitu, si kecil akan belajar urutan kegiatan juga membiasakan dirinya terhadap rutinitas yang mengarah pada pembelajaran konsistensi. Dan tentu saja pada akhirnya akan membuatnya memahami disiplin dengan cara yang positif karena dipelajari “sambil jalan”.

Disiplin tidak melulu berarti hukuman. Terlebih jika hukuman itu adalah hukuman fisik. Saya pribadi tidak setuju dengan hukuman fisik. Apalagi ada anggapan bahwa memukul anak laki-laki adalah sebuah kewajaran. Subhanallah! Sebetulnya, mereka hanya harus diberitahu siapa yang memegang kekuasaan. Jangan biarkan mereka menguasai kita sebagai orangtua, meskipun kita terkadang tidak tega menolak permintaan anak kita terutama jika dia menangis. Terkadang kita memang harus tega menolak permntaan mereka atau melarang perbuatan mereka yang memang tidak bisa diterima.

Satu hal penting lagi. Ini saya pelajari dari ibu mertua saya. Beliau berpesan agar kita harus SEIYA SEKATA SEBAGAI ORANGTUA. Jangan buat anak kita kebingungan dengan kebijakan ayah dan bunda yang berbeda. Karena jika kita sebagai orangtua tidak sepaham, maka pelajaran konsistensi akan percuma. Sebagai contoh, jika bunda melarang si kecil untuk tidak membawa makanan ke kasur, maka ayah pun harus demikian. Kalaupun kita pada suatu ketika dihadapkan pada situasi yang mengharuskann untuk berbeda pendapat dengan si ayah atau bunda, sebaiknya salah satu harus mengalah demi kebaikan si kecil agar tidak bingung. Barulah, di belakang si kecil kita bisa mendiskusikannya.

Sikap seiya sekata orangtua juga membuat si kecil belajar menghormati kedua orangtuanya. Tidak jarang kita melihat anak yang “kurang ajar” pada bundanya dengan memukul atau menendangnya lalu setelah itu belari memeluk ayahnya. Hal tersebut bisa jadi karena si ayah cenderung sering mengiyakan keinginan si kecil daripada bunda, atau sebaliknya.

Tidak ada guru yang lebih hebat daripada bunda dan ayah, dan tidak ada sekolah  yang lebih baik daripada rumah. Karena itu, ajari si kecil dengan ilmu-ilmu yang berharga yang kelak akan membuatnya menjadi pribadi yang super🙂

One response to “Mendisiplinkan Si Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s