Mengapa Anak Saya Berbeda?

Tadi sore,saya mendengar lagi keluhan tetangga saya tentang anaknya yang dirasa berbeda dari anak yang lain. Dia mengeluh lagi tentang betapa sulitnya berat badan si anak naik. Belum lagi keluhan-keluhan lain tentang tumbuh kembang si anak. Saya memang merasa prihatin mendengar keluhan tetangga saya tersebut. Tapi di sisi lain saya juga kasian melihat si anak yang terus-menerus dibanding-bandingkan dengan anak yang lain. Si anak sering kali dibandingkan secara frontal dengan anak yang lain. Tak jarang si anak dimarahi sambil membandingkannya dengan anak lain. Jujur, sebagai orangtua, kami  seringkali membandingkan buah hati kami dengan anak lain. Tapi “perbandingan” tersebut cukup kami saja yang tahu. Kami jadikan sebagai bahan masukan untuk membesarkan dan mendidik si kecil. Cukup kami yang membuat catatan kekurangan dan kelebihan buah hati kami juga kelebihan dan kekurangan cara kami membesarkan dan mendidik si kecil.

Sepertinya belum semua orangtua menyadari bahwa setiap anak adalah unik. Anak-anak tidak diciptakan dari cetakan yang sama. Mereka membawa NATURE-nya masing-masing. Keadaan fisik, sifat, temperamen, intelegensi, emosi adalah hal-hal yang memang sudah mereka bawa dari sananya. Gen orangtua dipercaya sebagai pembentuk NATURE. Sedangkan NURTURE didapat oleh si anak dari lingkungan luarnya. Apa yang si ibu makan ketika hamil pun itu merupakan NURTURE bagi si anak. Belaian, ciuman, cara kita mengekspresikan kasih sayang kita, cara kita menangani temperamen si anak,  cara kita mengoptimalkan intelegensi dan bakat si anak, cara kita menyikapi kelebihan dan kekurangan fisik anak, adalah NURTURE bagi si anak. Maka sangatlah salah kalau kita menyamakan anak kita dengan kertas putih yang siap ditulisi apa saja karena anak kita sudah membawa NATURE masing-masing yang berbeda dengan anak yang lain. Sangatlah penting bagi orangtua untuk memahami NATURE anak lalu setelah itu mencari metode atau cara yang terbaik untuk memberikan NURTURE yang tepat sesuai NATURE yang dimiliki si anak.

Nah, kaitannya dengan keluhan tetangga saya. Anak yang terlalu sering dibanding-bandingkan akan cenderung tidak percaya diri dan murung. Dia akan merasa tidak aman. Karena dia tahu dia tidak cukup baik bagi lingkungannya. Anak seperti ini akan cenderung menarik diri dari pergaulan bahkan dapat bersikap destruktif. Anak yang merasa tidak dimengerti akan membangun sikap antipati terhadap sekelilingnya. Kita pasti tidak ingin hal ini menimpa anak kita kan? Oleh karena itu, mari kita belajar untuk memahami NATURE anak kita dan memupuknya dengan NURTURE yang tepat.

2 responses to “Mengapa Anak Saya Berbeda?

  1. Iya ya, kadang kita suka banding2kan dengan anak lain. Memang sebagai orang tua kita harus sadar bahwa anak adalah titipan Tuhan untuk kita bina menjadi seorang manusia, dengan segala sifat khas bawaannya yang telah dianugerahkan Tuhan (nature). Jadi betul juga nurture sangat menentukan, sebisa mungkin kita mengawal naturenya ke arah yang paling tepat untuknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s