Tips Cara Menyapih Tanpa Stress

Mau share lagi nih… Kali ini tentang cara saya menyapih Arya. Sudah Hampir delapan bulan yang lalu sih. Tapi saya yakin ini bisa berguna untuk yang berniat menyapih si kecil. Sebetulnya tidak ada trik khusus. Setidaknya saat saya menyapih Arya. Yang betul-betul harus saya hadapi sebagai penghalang justru dari diri saya sendiri. Karena sayalah yang tidak siap “melepas” Arya. Kenapa begitu? Karena ternyata menyusui itu tidak hanya membuat Arya tenang, tapi juga membuat saya tenang. Dengan meyusui Arya, saya pun merasa “memiliki” Arya karena dia “mengambil” sesuatu langsung dari diri saya. Sesuatu yang hanya saya yang bisa berikan. Sesuatu yang tidak akan mungkin digantikan oleh siapa atau apapun. Intinya mungkin saya suka ketergantungan Arya pada saya. Egois ya?😀

Tapi saya memang tidak boleh terlalu lama egois. Sebulan lagi adiknya akan lahir dan Arya sudah genap dua tahun. Sudah waktunya lulus S-3. Waktu yang sebulan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Akhirmya dengan berat hati saya meyakinkan diri dan berniat menyapih Arya. Mertua saya menyarankan untuk memisahkan tidur Arya. Jadi Arya tidak lagi tidur dengan saya. Waaahhhh it’s not a good idea just by listening to it… dengan halus saya tolak saran tersebut. Karena saya fikir nanti ketika Arya tidur lagi bareng saya, apa malah ga balik lagi ke nol?? Nah, gimana dong caranya? Sepertinya bakal susah nih.. Apalagi Arya selalu tidur setelah disusui.

Tips pertama.. Saya lakukan pendekatan dan perlahan memberikannya pengertian bahwa sebentar lagi Arya akan berulangtahun yang kedua dan tidak boleh ‘mia’ (menyusui) lagi. Sebenarnya saya lakukan ini jauh-jauh hari agar tertanam di benaknya bahwa saat dia berulangtahun yang kedua dia harus berhenti ‘mia’ Saya pun mengatakan padanya bahwa Arya akan mempunyai adik. Dan ‘mia’ nya harus dikasih ke adiknya. Saya katakan terus berulang-ulang. Dengan harapan Arya akan mengingatnya.

Tips kedua.. Saya persiapkan diri saya akan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Mengamuk, misalnya. Atau bahkan mungkin bisa saja saya yang stress.

Tips ketiga.. Sebaiknya jangan langsung drastis diberhentikan. Tapi kurangi frekuensi menyusuinya. Biarkan dia sibuk dengan mainannya atau alihkan perhatiannya dengan bercerita atau bermain bersama.

Tips keempat.. Jangan menutupi atau membalur puting dengan apapun. Biasanya orangtua kita menyarankan untuk membalur puting payudara dengan obat merah atau yang lainnya. Saya pikir itu tidak natural. Bagaimana ketika dia melihat kita menyusui adiknya? Rasanya kok ga enak membohongi anak kita sendiri.

Tips kelima.. Lakukanlah! Mulailah memyapih si kecil. Jika dia mengamuk, peluk dia. Yakinkan dia bahwa kita akan selalu ada untuk dia. Alhamdulillah Arya ga sampai ngamuk. Hanya saja memerlukan waktu lama untuk membuatnya tidur. Dia akan sangat gelisah dan terbangun saat tidur malam. Tapi hal ini hanya berlangsung tiga hari saja. Setelahnya, Arya tidur dengan nyenyaknya.

Tips terakhir.. Konsisten.. Ini sangat penting. Jangan menyerah dengan rasa sayang kita pada si kecil. Karena kita bisa sangat tidak tega melihatnya menangis meminta ‘mia’. Jika kita menyerah, berarti kita menunda hak si kecil untuk mandiri. Jadi konsistenlah dengan apa yang kita lakukan.

Jangan terlalu berfikir tentang berapa lama proses menyapihnya. Be flexible! Beri waktu untuk si kecil dan yang terpenting untuk kita karena setiap anak pasti membutuhkan waktu yang berbeda. Enjoy the process! Nikmati saat-saat terakhir dia “menjadi bagian” dari diri kita.😉

Semangat!!

2 responses to “Tips Cara Menyapih Tanpa Stress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s